CERMATI SEGMEN MENENGAH PERKOTAAN

PIRAMIDA PENDUDUK BERUBAH MENJADI ‘GENTONG’ PENDUDUK

Berdasarkan data Bank Dunia diperlihatkan bahwa pada tahun 2003, segmen menengah di Indonesia mencapai 37,7%, namun segmen ini semakin berkembang di tahun 2015 mencapai 56,5%. Hal ini juga terjadi di negara-negara berkembang lainnya. Sedangkan penduduk di usia produktif mulai usia 15 – 64 tahun diperkirakan sebesar 67,9%. Perkembangan di segmen menengah diikuti dengan bertumbuhnya penduduk di usia produktif membuat piramida penduduk tidak berupa piramida lagi melainkan berbentuk ‘gentong’ penduduk dengan komposisi segmen menengah yang gemuk.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Indonesia Property Watch, diperkirakan akan terjadi penambahan potensi pasar perumahan Indonesia di segmen menengah diperkirakan sebesar 1,5 juta penduduk setiap tahunnya atau 430.000 KK. Jumlah ini memberikan pangsa pasar yang seharusnya di lirik oleh para pengembang perumahan dengan penambahan potensi pasar untuk rumah di harga sampai Rp 300 jutaan merupakan porsi terbesar sebanyak 295.388 unit. Di segmen harga Rp 300 – 750 jutaan dan Rp 750 jutaan – 1 miliar pun bertambah masing-masing 89.767 unit dan 38.362 unit. Sedangkan selebihnya merupakan pangsa pasar rumah untuk harga Rp 1,5 miliar. Pergeseran harga rumah yang tadinya dipandang mahal sebesar Rp 1 miliaran saat ini relatif termasuk dalam golongan kelas menengah.

Potensi Pasar
< Rp 300 juta 295,388
Rp 300 - 750 juta 89,767
Rp 750 juta - 1 miliar 38,362
> Rp 1,5 miliar 9,974

Hal ini sejalan dengan analisis Indonesia Property Watch sebelumnya yang menyebutkan bahwa primadona pasar hunian akan terjadi di rentang harga Rp 500 jutaan – 1 miliar untuk perumahan landed, dan Rp 300 – 500 jutaan untuk hunian vertikal.

Saat ini masih banyak pengembang yang mengincar kelas menengah atas yang sebenarnya pasar malah sangat berpotensi di segmen menengah. Akan lebih bijaksana bila para pengembang dapat mengincar kelas menengah ini dalam rangka penyediaan rumah untuk masyarakat luas dan tidak hanya menjadikan tanah dan rumah sebagai komoditi jual beli semata. Malahan sebenarnya dengan kondisi pasar yang tidak mismatch antara permintaan dan pasokan yang sesuai pasar, akan 'menyelematkan' cashflow pengembang dengan tidak memaksakan main di segmen atas. Para pengembang akan bijaksana bila dapat membangun produknya sesuai dengan analisis pasar yang sesuai dan tepat.

 

Indonesia Properti Watch
Ali Tranghanda

Add comment


Security code
Refresh

Golden Property Award

 

Golden Property Award

Mochtar Riady founder Lippo Group

Mochtar Riady founder Lippo Group

Selasa, 16 Juni 2015 tim Majalah Property and The City dan Indonesia Property Watch diterima oleh Bapak Mochtar Riady founder...
Read more...

Profesional Testimonials

Indra W. Antono

Indra W. Antono

Bersumber dari kajian pengalaman dan pemikiran yang mendalam, Penulis...
DR. Ir Panangian Simanungkalit

DR. Ir Panangian Simanungkalit

Buku ini ditulis berdasarkan pengalamannya sebagai analisis properti...
Rudy Margono,MBA

Rudy Margono,MBA

Ide dan pemikiran praktis dalam buku ini sangat bermanfaat dan siap...

PENGADUAN PROPERTI

Dalam upaya untuk mewujudkan pasar properti nasional yang sehat, kepada konsumen yang merasa dirugikan atau mendengar informasi mengenai pengembang nakal, silakan mengirim email kepada Indonesia Property Watch di konsumenproperti@yahoo.co.id

Our Partners

Satisfication of This Website