PERUMAHAN LAMPU MERAH SAMPAI AKHIR 2015 : PENGEMBANG MENENGAH BAWAH MULAI KEWALAHAN

Hasil gambar untuk rumah murah

Program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah mempunyai visi yang seharusnya dapat memberikan percepatan dalam penyediaan rumah murah. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan meskipun dalam semester I tahun 2015 mulai terindikasi terjadinya pertumbuhan penjualan di segmen menengah bawah, namun ke depan diperkirakan pertumbuhan ini akan sedikit tertahan. Karenanya diperkirakan semua segmen perumahan akan mengalami pertumbuhan negatif sampai akhir 2015. Pasalnya kondisi ekonomi saat ini membuat para konsumen perumahan baik di segmen menengah atas atau segmen menengah bawah turut melakukan aksi penundaan pembelian rumah. Secara psikologis, meskipun fluktuasi kurs Rp belum terlalu berdampak signifikan pada sektor riil, masyarakat lebih memilih untuk menunda pembelian barang dalam jumlah besar. Angin segar muncul dengan rencana pemerintah untuk menurunkan BBM.

Pemantauan yang dilakukan Indonesia Property Watch di beberapa titik bahkan terjadi diskon harga rumah hampir mencapai 30% namun hal tersebut tidak dapat mengerek penjualan. Meskipun hal ini tidak dapat menggambarkan kondisi pasar perumahan secara umum, namun fenomena harus ini harus disikapi pemerintah lebih serius untuk menghindari keterpurukan pasar perumahan secara nasional lebih dalam lagi. Perumahan segmen menengah bawah dapat menjadi 'penyelamat' dalam menahan kondisi pasar perumahan untuk tidak terjun bebas. Karenanya fokus pemerintah dengan program sejuta rumah seharusnya bisa lebih kencang dengan sumber dana yang harus segera disiapkan, mengingat bahwa dana FLPP sebesar Rp 5,1 Triliun untuk membiayai 68.000 rumah sudah habis terpakai per Juli 2015 sedangkan permintaan cukup banyak. Disamping itu aturan uang muka sebesar 1% belum sepenuhnya dapat terlaksana di lapangan dengan berbagai syarat yang ditetapkan.

Di sisi lain pengembang perumahan menengah bawah saat ini dalam proses menghabiskan land bank yang ada tanpa adanya ekspansi pembelian lahan, dikarenakan harga lahan yang sudah terlalu tinggi untuk patokan rumah FLPP. Artinya dengan semakin berjalannya waktu maka kapasitas land bank yang dimiliki para pengembang menengah bawah semakin habis, dan penyediaan rumah murah dikhawatirkan akan terganggu karena faktor sustainability-nya tidak ada. Peran bank tanah akan menjadi sangat strategis untuk penyelamatan program sejuta rumah dan harus segera dibentuk. Janji pemerintah dalam memberikan insentif khususnya untuk penyedia pasar menengah bawah harus segera direalisasikan termasuk insentif biaya perijinan dan biaya-biaya lain.

Pihak perbankan pun saat ini relatif melakukan seleksi yang sangat ketat, apalagi aturan LTV terbaru yang mengharuskan pengembang menyetorkan jaminan tambahan membuat cash flow pengembang tidak berjalan. Dalam hal ini pihak perbankan tidak berani juga untuk melanggar aturan yang ada sehingga kucuran kredit menjadi terhambat.

Beberapa hal tersebut di atas memberikan warning keras atas kondisi pasar perumahan di Indonesia saat ini yang juga mulai dirasakan oleh para pengembang menengah bawah. Bila semua segmen pasar perumahan mengalami kelesuan maka dikhawatirkan kondisi ini menjadi kondisi Siaga 1 bagi pasar perumahan. Beban berat pemerintah dalam hal ini Kementerian PU PR seharusnya juga dibantu oleh kementerian lain dalam hal penyediaan lahan dan insentif infrastruktur di daerah-daerah oleh Pemda setempat. Koordinasi stake holder pemerintah bidang perumahan tidak hanya dapat dijalannya oleh satu kementerian melainkan harus lintas kementerian dan hal ini bersifat urgent.

 

Ali Tranghanda
Indonesia Property Watch

 

image:ariobimoresidence.com

Add comment


Security code
Refresh

Golden Property Award

 

Golden Property Award

Mochtar Riady founder Lippo Group

Mochtar Riady founder Lippo Group

Selasa, 16 Juni 2015 tim Majalah Property and The City dan Indonesia Property Watch diterima oleh Bapak Mochtar Riady founder...
Read more...

Profesional Testimonials

Indra W. Antono

Indra W. Antono

Bersumber dari kajian pengalaman dan pemikiran yang mendalam, Penulis...
DR. Ir Panangian Simanungkalit

DR. Ir Panangian Simanungkalit

Buku ini ditulis berdasarkan pengalamannya sebagai analisis properti...
Rudy Margono,MBA

Rudy Margono,MBA

Ide dan pemikiran praktis dalam buku ini sangat bermanfaat dan siap...

PENGADUAN PROPERTI

Dalam upaya untuk mewujudkan pasar properti nasional yang sehat, kepada konsumen yang merasa dirugikan atau mendengar informasi mengenai pengembang nakal, silakan mengirim email kepada Indonesia Property Watch di konsumenproperti@yahoo.co.id

Our Partners

Satisfication of This Website