PROGRAM SEJUTA RUMAH TIDAK AKAN SUSTAIN, JIKA . . .

Semangat merumahkan rakyat dengan program sejuta rumah perlu diapresiasi dengan langkah-langkah dari Kementerian PU PR yang tengah melakukan beberapa revisi kebijakan.  Namun demikian Indonesia Property Watch menilai program sejuta rumah yang ada jangan sampai hanya bersifat jangka pendek dan tidak berkesinambungan.

Berdasarkan survei yang dilakukan, penjualan perumahan untuk segmen menengah bawah mengalami kenaikan 12% sepanjang semester 1 tahun 2015 dibandingkan dengan penjualan perumahan menengah atas yang masih mengalami penurunan sampai 35%. Tingginya penjualan ini juga didorong dengan beberapa insentif yang diberikan kepada masyarakat seperti bunga fixed 5%, besarnya uang muka hanya 1%, dan bantuan uang muka Rp 4juta. Meskipun masih terkendala beberapa hal namun antusias masyarakat untuk memiliki hunian sangat besar. Namun pemerintah harus mewaspadai masalah semakin langkanya tanah yang menyebabkan harga akan terus naik. Para pengembang menengah bawah yang relatif memiliki land bank yang tidak terlalu besar, pada saatnya akan habis dan ketika ingin membeli lahan untuk ekspansi harga tanahnya sudah terlalu mahal untuk dibangun rumah dengan standar dari pemerintah.

Pemerintah harus segera sadar bahwa pembangunan public housing harus dengan intervensi dan proteksi dari pemerintah termasuk dalam mengendalikan harga tanah. Bila aspek harga tanah diserahkan pada mekanisme pasar, maka itu bukanlah public housing karena harga akan terus naik mengikuti hukum ekonomi. Bayangkan dengan program sejuta rumah saat ini, dari 1.000.000 unit rumah yang direncanakan, hanya sebesar 12%nya yang akan dibangun pemerintah sedangkan sisanya diserahkan kepada swasta. Hal ini bukanlah public housing, dan pada saatnya daya beli semakin tidak terkendali dan beban pemerintah untuk memberikan subsidi menjadi sangat besar dan membebani APBN.

RUU Tapera yang akan segera disahkan dalam waktu dekat memang akan memberikan efek yang luar biasanya dalam hal pembiayaan perumahan yang akan mengangkat daya beli masyarakat, belum lagi program bantuan likuiditas FLPP yang seharusnya bisa ditambah porsinya di APBN. Namun demikian terlepas dari itu semua, ketersediaan lahan menjadi hal yang sangat krusial. Karena bagaimana nasibnya bila permintaan besar disertai dengan pembiayaan yang mumpuni, namun ternyata tidak ada tanah yang layak untuk dibangun perumahan sederhana lagi karena harga tanah yang sudah terlalu tinggi. Oleh karenanya pemerintah harus segera menyiapkan skema bank tanah yang merupakan tanah-tanah milik pemerintah yang dapat dikendalikan langsung sehingga tidak ikut mekanisme pasar. Konsep bank tanah bahkan telah ada sejak jaman Orba melalui kasiba dan lisiba. Pemerintah juga yang akan menyiapkan bantuan insentif untuk pengembang dalam hal pembangunan infrastruktur. Karenanya jangan sampai program sejuta rumah ini hanya bertahan untuk jangka pendek. Bank tanah adalah keharusnya untuk menjamin kesinambungan pemerintah dalam rangka merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan bank tanah maka kenaikan harga dapat dikendalikan oleh pemerintah dan tidak ikut-ikutan dalam kenaikan harga dalam mekanisme pasar.

Indonesia Property Watch

 

image:harianterbit.com

Add comment


Security code
Refresh

Golden Property Award

 

Golden Property Award

Mochtar Riady founder Lippo Group

Mochtar Riady founder Lippo Group

Selasa, 16 Juni 2015 tim Majalah Property and The City dan Indonesia Property Watch diterima oleh Bapak Mochtar Riady founder...
Read more...

Profesional Testimonials

Indra W. Antono

Indra W. Antono

Bersumber dari kajian pengalaman dan pemikiran yang mendalam, Penulis...
DR. Ir Panangian Simanungkalit

DR. Ir Panangian Simanungkalit

Buku ini ditulis berdasarkan pengalamannya sebagai analisis properti...
Rudy Margono,MBA

Rudy Margono,MBA

Ide dan pemikiran praktis dalam buku ini sangat bermanfaat dan siap...

PENGADUAN PROPERTI

Dalam upaya untuk mewujudkan pasar properti nasional yang sehat, kepada konsumen yang merasa dirugikan atau mendengar informasi mengenai pengembang nakal, silakan mengirim email kepada Indonesia Property Watch di konsumenproperti@yahoo.co.id

Our Partners

Satisfication of This Website